Implementasi Virtual Hard Disk (VHD), Enkripsi MySQL, dan File Integrity pada Apache Web Server
Artikel ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan laporan praktikum Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Keamanan Sistem Informasi. Pada studi kasus kali ini, saya bertindak sebagai Administrator Jaringan dan Keamanan yang ditugaskan untuk melakukan migrasi aplikasi web internal perusahaan ke dalam infrastruktur lokal berbasis Windows Server.
Fokus utama dari implementasi ini tidak melibatkan sistem eksternal, melainkan memaksimalkan fitur keamanan bawaan server lokal. Terdapat lima aspek utama yang akan dibahas secara berurutan, yaitu:
- Konfigurasi dan implementasi Apache Web Server.
- Pembuatan ruang penyimpanan virtual hard disk (VHD) menggunakan sistem file NTFS.
- Analisis migrasi dan import database MySQL.
- Pengamanan akses otentikasi (password) menggunakan algoritma kriptografi MD5.
- Validasi integritas file beranda web menggunakan penguncian atribut Read-Only via Command Prompt.
Melalui langkah-langkah sistematis yang didokumentasikan di bawah ini, diharapkan infrastruktur web internal perusahaan dapat berjalan secara optimal dengan tingkat keamanan yang memadai serta terhindar dari potensi modifikasi data secara ilegal.
1. Konfigurasi dan Implementasi Apache Web Server
- Menyalin (copy) direktori folder aplikasi web berbasis PHP yang telah disediakan, kemudian menempatkannya (paste) ke dalam direktori root web server, yaitu pada path C:\AppServ\www\.
- Membuka web browser dari dalam lingkungan Windows Server dan mengakses alamat http://localhost/[nama_folder_aplikasi] untuk memvalidasi apakah aplikasi berhasil dimuat
2. Konfigurasi Virtual Drive Storage & Keamanan Direktori
Langkah kedua difokuskan pada manajemen penyimpanan media server. Tujuannya adalah membuat ruang penyimpanan khusus yang aman dan terisolasi untuk data-data perusahaan menggunakan fitur Virtual Hard Disk (VHD) bawaan Windows Server.
Proses pengerjaannya meliputi langkah-langkah berikut:
- Pembuatan VHD: Mengakses menu Disk Management (diskmgmt.msc) dan membuat Virtual Hard Disk (VHD) baru dengan kapasitas sebesar 15 GB.
- Inisialisasi dan Format Partisi: Melakukan inisialisasi pada disk virtual baru tersebut, mengalokasikan ruang (New Simple Volume), dan memformat partisi menggunakan sistem file NTFS.
- Pembuatan Direktori Utama: Setelah drive virtual berhasil terpasang (mounted) dan terbaca di File Explorer, langkah selanjutnya adalah membuat sebuah direktori folder utama di dalamnya dengan penamaan adit_nasruloh_rakasiwi sesuai dengan instruksi penugasan.
3. Analisis Migrasi & Import Database MySQL
Proses pembuatan basis data baru dengan nama aditt beserta migrasi file ke lingkungan MySQL lokal telah berhasil diselesaikan dengan aman. Seluruh tabel yang dibutuhkan oleh aplikasi telah terstruktur dengan benar di dalam database server yang telah dipersonalisasi. Keberhasilan tahapan ini menjamin bahwa sistem siap terhubung dengan aplikasi front-end, sekaligus membuka jalan untuk penerapan pengamanan otentikasi data pada tahap selanjutnya.
4. Perancangan Keamanan Otentikasi & Kriptografi MD5
Hasil Implementasi:
Penerapan algoritma kriptografi MD5 pada tabel pengguna telah sukses dieksekusi menggunakan query SQL di Windows Server. Seluruh data kata sandi kini telah terenkripsi, sehingga meskipun basis data berhasil diakses oleh pihak yang tidak berwenang, informasi credential asli tidak dapat dibaca. Pengujian otentikasi juga menunjukkan bahwa aplikasi web dapat memproses hash tersebut dengan baik, ditandai dengan keberhasilan masuk ke dalam halaman dashboard admin.
5. Validasi Integritas & Modifikasi Halaman Beranda Web
Proses pengerjaannya meliputi langkah-langkah berikut:
1. Modifikasi Halaman: Mengedit file index.php yang berada di dalam direktori C:\AppServ\www\jasa\ menggunakan text editor. Modifikasi dilakukan dengan menambahkan identitas Adit Nasruloh Rakasiwi pada bagian Header kode HTML/PHP agar tampil jelas di halaman depan.3. Penguncian Atribut File: Membuka utilitas Command Prompt (CMD) di dalam Windows Server, mengarahkan direktori ke lokasi folder aplikasi web, dan mengeksekusi perintah proteksi:
attrib+r index.php

Tidak ada komentar:
Posting Komentar